SIM, Adistya Desmyana, Hapzi ali, Implementasi Sistem Informasi Manajemen pada Perusahaan, Universitas Mercubuana, 2017

Sistem Informasi Manajemen












Judul: Implementasi Sistem Informasi Manajemen pada Perusahaan
Disusun Oleh: Adistya Desmyana (43116110337)
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Ir. Hapzi Ali, MM, CMA
A. 
Latar Belakang

Perkembangan bisnis yang semakin kompetitif telah memicu perubahan berbagai metode pengolahan usaha untuk mengefisienkan biaya tenaga kerja dan meningkatkan kualitas produk. Perusahaan manufaktur berada dalam periode transformasi yang dinamis. Perubahan yang cepat dalam permintaan pelanggan, siklus hidup produk yang lebih pendek dan persaingan dengan pihak asing secara radikal telah mengubah berbagai aturan di pasar. Perkembangan sebuah perusahaan akan selalu menyebabkan
semakin banyak dan kompleksnya transaksi yang dilakukan. Hal ini membutuhkan proses data yang cepat agar transaksi dapat segera diolah menjadi informasi. Informasi yang akurat, relevan, lengkap dan tepat waktu merupakan salah satu kebutuhan vital perusahaan dalam upaya mewujudkan tujuannya.Informasi yang memadai diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi dan aktivitas perusahaan. Pengelolaan informasi yang kurang dapat mengakibatkan manajemen salah membaca kondisi serta aktivitas perusahaan dan akhirnya mengambil keputusan yang tidak tepat sasaran. Hal ini dapat menimbulkan dampak negatif bagi kelangsungan perusahaan.
Pada umumnya perusahaan memiliki kebutuhan yang berhubungan dengan penyampaian informasi kepada pihak luar ataupun internal perusahaan. Bidang usaha yang terdapat di Indonesia yaitu perusahaan yang bergerak di bidang jasa, perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur, dll. Sangat tidak mungkin jika perusahaan harus mencatat segala bentuk operasionalnya dengan menggunakan sistem manual, terutama bagi perusahaan besar.

Sistem informasi akuntansi yang disusun oleh perusahaan dapat diproses secara
manual atau secara komputerisasi namun karena perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, dewasa ini telah mendorong semakin majunya teknologi komputer. Dunia usaha dituntut untuk selalu adaptif terhadap perubahan yang terjadi, dengan terus melakukan perbaikan atas strategi dan operasi perusahaan agar dapat bertahan dalam kompetisi yang semakin ketat. Salah satu unsur strategis bagi organisasi
bisnis adalah olah data. Setiap perusahaan harus dapat melakukan olah data keuangan secara tepat dan akurat guna menunjang pengambilan keputusan bisnis perusahaan. Sistem informasi diperlukan oleh perusahaan untuk mengolah data menjadi informasi sehingga berbagai pihak yang membuat keputusan dapat menggunakan informasi untuk membuat keputusan.

Para pengguna laporan keuangan organisasi manufaktur memiliki kepentingan
bersama yang tidak berbeda dengan organisasi bisnis lainnya yaitu untuk menilai :

1. Penjualan yang dihasilkan oleh perusahaan dan kemampuan untuk terus
meningkatkan penjualannya.
2. Cara manajer di department terkait dalam melaksanakan tanggungjawabnya dan aspek kinerja manajer.
3. Perolehan laba yang dihasilkan.

Penggunaan teknologi informasi secara signifikan telah mempengaruhi praktik akuntansi dan keuangan, telah banyak pergantian olah data akuntansi manual ke sistem akuntansi yang menggunakan komputer, dengan software akuntansi seperti Accurate Accounting dan program sejenis lainnya. Dengan menggunakan peralatan komputer, transaksi dan prosedur akuntansi yang rumit dapat diprogram dengan lebih mudah.
Hanya dengan menginput tanggal, kode akun dan jumlah transaksi dapat secara otomatis menghasilkan jurnal, posting buku besar, laporan biaya produksi dan laporan keuangan. Hal ini tentunya memberikan keuntungan bagi perusahaan dan sumber daya manusia dan dapat diselesaikan secara praktis, cepat dan akurat.
Keuntungan seperti ini sangat dirasakan bagi perusahaan terutama perusahaan manufaktur yang memerlukan waktu cepat dalam melakukan proses produksi, membutuhkan informasi tentang tingkat penjualan sebagai faktor yang menunjukkan kemajuan dan perkembangan perusahaan. Untuk itu diperlukan perencanaan komputerisasi proses penjualan sehingga perusahaan hanya menjual barang yang dipesan oleh pelanggan. Jelaslah bahwa sistem akuntansi adalah kebutuhan mendasar untuk berhasilnya praktik bisnis industri. Komputer merupakan teknologi yang dapat dijadikan alat bantu dalam suatu sistem informasi. Sistem informasi yang awalnya berjalan secara manual dapat diubah menjadi sistem informasi terkomputerisasi. Manusia menginginkan kemudahan dalam berbagai aktivitasnya, tak terkecuali pada bidang pekerjaannya, terbukti dengan banyak diterapkannya sistem informasi terkomputerisasi di berbagai perusahaan.



PT. MSD adalah distributor resmi brand-brand yang bergerak di bidang kitchenware dan fashion. Perusahaan ini memiliki setidaknya lebih dari 19 brand. Dan memiliki lebih dari 30 toko yang tersebar dari mulai Jakarta hingga Bali. PT.MSD juga men-supply tableware dan kitchenware ke beberapa hotel, restaurant, dan café.
Untuk Perusahaan yang cukup besar seperti ini perlulah system informasi yang mendukung proses internal dan ekternalnya. Informasi adalah suatu hal yang sangat penting bagi manajemen untuk memutuskan kebijakan dan kontrol yang akan dilakukan guna mencapai keuntungan perusahaan. Pengolahan informasi yang sesuai dengan kebutuhan manajemen memerlukan implementasi system informasi yang tepat.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang dipaparkan di atas, maka perumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Perusahaan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen untuk fungsi Commercial?
2. Contoh aplikasi apa saja yang digunakan dalam sistem informasi ini?

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mencoba mengidentifikasi model sistem informasi Bogasari guna mendukung proses commercial
2. Mencoba mengidentifikasi aplikasi yang digunakan untuk proses commercial

D. Tinjauan Pustaka
Sistem dalam pengertian yang paling umum adalah sekumpulan benda yang memiliki hubungan di antara mereka. Kata sistem sendiri berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi.
Menurut Marshall B. Rommey dan Paul John Steinbart (2006, 2): “Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen yang saling berhubungan dan berinteraksi untuk mencapai tujuan”.
Sedangkan menurut Mulyadi (2005, 1) : “Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan”. Disamping itu Mulyadi (2001, 03) juga menyatakan :
Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan. Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, yang biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam terhadap transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang. Kegiatan klerikal merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mencatat informasi dalam formulir, buku jurnal, buku pembantu dan buku besar yang meliputi menulis, menggandakan, menghitung, memberi kode, mendaftar, memilih, memindahkan dan membandingkan.
Dari beberapa pengertian sistem diatas dapat diambil simpulan bahwa suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu, melalui tiga tahapan yaitu input, proses dan output. Sebagai contoh, dalam sistem komputer terdapat software (perangkat lunak), hardware (perangkat keras), dan brainware (sumber daya manusia).
Informasi
Informasi merupakan proses lebih lanjut dari data dan memiliki nilai tambah. Informasi yang dihasilkan adalah informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan perusahaan. Pengertian informasi menurut Cushing dalam La Midjan dan Susanto (2000:8) adalah : “Informasi diartikan keluaran (output) dari suatu pengolahan data yang telah di organisir dan berguna bagi orang yang menerima
Suatu sistem informasi merupakan paduan orang, hardware, software, jaringan komunikasi dan sumber data yang mengumpulkan, mengubah dan mendistribusikan informasi yang dibutuhkan oleh organisasi (Obrien, 2003).
Dalam prakteknya Sistem Informasi Manajemen diterapkan dalam berbagai bidang seperti akuntansi, akademik, pemasaran, manajemen persediaan, personalia dan lain sebagainya. Berikut 12 contoh nyata penerapan sistem informasi manajemen:
1. Enterprise Resource Planning (ERP)
ERP adalah sebuah aplikasi sistem manajemen bisnis yang memudahkan pengelolaan bisnis secara terintegrasi. sistem ini memiliki konsep untuk merencanakan dan mengelola sumber daya perusahaan meliputi manusia, dana, mesin, suku cadang, material, waktu, dan kapasitas yang berpengaruh luas mulai dari manajemen paling atas hingga operasional di sebuah perusahaan. ERP biasanya digunakan oleh perusahaan dalam mengelola manajemen dan melakukan pengawasan yang saling terintegrasi terhadap unit bidang kerja yang ada didalam perusahaan, misalnya bidang Accounting, Keuangan, Pemasaran, Sumber Daya Manusia, Pengelolaan Persediaan dan Operasional.
2. Decision Support System (DSS)
DSS adalah sistem informasi berbasis komputer yang menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses pengambilan keputusan bagi manajerial end users. DSS dapat membantu para manajer dalam mengambil keputusan dengan cara mengamati lingkungan dalam perusahaan. Contoh: sebuah aplikasi untuk menentukan kelayakan proposal kredit pada Bank Mandiri.
3. Informatic Management System (IMS)
IMS berfungsi untuk membantu spektrum tugas-tugas dalam organisasi, yang juga dapat dimanfaatkan untuk membantu menganalisa pembuatan keputusan. IMS juga mampu menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, seperti e-procurement.
4. Executive Information Systems
Executive information systems (EIS) adalah tipe SIM yang sesuai untuk kebutuhan informasi strategis bagi manajemen atas. Tujuan dari sistem informasi eksekutif berbasis komputer adalah memberikan akses yang cepat dan mudah untuk informasi selektif tentang faktor-faktor kunci dalam melaksanakan tujuan strategis perusahaan bagi manajemen atas.
5. Transaction Processing System (TPS)
Transaction processing systems (TPS) merupakan sistem yang dapat berfungsi untuk mencatat dan memproses data hasil dari tranksaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan. Sistem TPS berguna untuk proses data dengan jumlah besar pada transaksi bisnis yang rutin. TPS biasa diimplementasikan untuk manajemen gaji dan inventaris. Contohnya ialah aplikasi yang digunakan untuk Bantuan Keuangan Desa Pemprov Sumatra Barat.
6. Information Reporting Systems (IRS)
Information reporting systems menyediakan informasi produk untuk manajerial end users untuk mendukung mereka dalam menentukan keputusan setiap harinya. Akses data IRS berisi informasi tentang operasi internal yang telah diproses sebelumnya oleh Transaction Processing Systems (TPS). Informasi dari IRS dapat berupa laporan yang bisa disesuaikan berdasarkan permintaan, periodik, atau situasi pengecualian. Contoh, manajer penjualan dapat menerima laporan analisa penjualan setiap bulannya untuk mengevaluasi hasil penjualan produk.
7. Supply Chain Management (SCM)
Sistem SCM ini sangat berguna bagi pihak manajemen dimana data data yang disajikan terintegrasi mengenai manajemen suplai bahan baku, mulai dari produsen, pemasok, pengecer sampai konsumen akhir.
8. Knowledge Work System (KWS)
Sistem informasi KWS ini mengintegrasikan sebuah pengetahuan baru ke dalam organisasi. Knowledge Work System mendukung para pekerja professional seperti ilmuwan, insinyur, dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi.
9. Office Automation System (OAS)
Sistem aplikasi ini berguna untuk memproses, menyimpan, dan mengirim data dan informasi dalam bentuk komunikasi kantor elektronik. misalnya untuk komunikasi antar departemen dalam suatu perusahaan dengan cara mengintegrasikan server-server komputer pada setiap user di perusahaan. Contohnya adalah word processing dan elctronic message,.
10. Expert System (ES) dan Artificial Intelligent (AI)
Sistem ini pada dasarnya memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengkaji pemecahan masalah dengan memakai pengetahuan dari pakar / tenaga ahli yang telah dimasukkan ke dalamnya. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem inilah yang digunakan sebagi dasar bagi sistem untuk memecahkan masalah. Contohnya, sistem jadwal mekanik.
11. Computer Supported Collaborative Work (CSCW)
CSCW adalah istilah yang lebih umum dari GDSS, yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut 'groupware' untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan. atau CSCW dapat diartikan sebagai penggunaan komputer dan software untuk melaksanakan pekerjaan secara bersama dalam sebuah group di mana setiap anggota group menyadari kehadiran anggota lain pada group.
12. Group Decision Support System (GDSS)
GDSS adalah Sebuah system aplikasi komputer yang interaktif yang memfasilitasi pencarian solusi dari sebuah permasalahan/problem yang tidak terstruktur dengan seperangkat pembuat keputusan yang bekerja sama sebagai sebuah kelompok. System tersebut membantu kelompok, terutama sekelompok manager, dalam menganalisa sebuah masalah dan dalam melakukan sebuah keputusan bersama. GDSS serupa dengan DSS, namun GDSS mencari solusi melalui pengumpulan pengetahuan dalam sebuah kelompok, bukan per individu. Biasanya berbentuk skenario, konsultasi dan kuesioner.
E. Analisis dan Pembahasan
Implementasi Sistem Informasi di PT.MSD.
Sistem informasi yang diimplementasikan pada Perusahaan ini mendukung OSS (Operation Support System) dan MSS (Management Support System). OSS yang diterapkan lebih kearah TPS (Transaction processing system) selain itu juga berfungsi sebagai MSS dimana informasi yang dihasilkan akan berperan dalam MIS (Management information system) dimana laporan yang dihasilkan akan digunakan oleh manajemen. Jenis implementasi yang digunakan lainnya yaitu Computer Supported Collaborative Work (CSCW).
Aplikasi yang diterapkan dalam PT.MSD:
· Accurate
Di dalam buku panduan atau manual book Accurate Accounting Software yang di terbitkan oleh PT. Cipta Piranti Sejahtera, bahwa Accurate Accounting Software adalah program akuntansi dan keuangan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam hal pencatatan akuntansi dan keuangan. Accurate telah dipakai lebih dari 10.000 perusahaan di Indonesia dan merupakan program akuntansi dan keuangan
terkemuka di Indonesia. Berdiri pada 26 Oktober 1998, Cipta Piranti Sejahtera, yang lebih di kenal dengan nama CPSSoft, sebagai pengembangan software. Misi bisnis adalah menyediakan software yang berkualitas tinggi untuk usaha kecil dan menengah dengan harga yang terjangkau.
Produk pertama diluncurkan pada pameran INDOCOMTECH 1999 dengan Accurate 2000 Accounting Software Versi 1.0, kemudian pada 04 Oktober 2001, diluncurkan produk accurate accounting software versi 2.0 di Gedung Patra Jasa.
Setelah itu pada tahun 2003 diluncurkan kembali produk Accurate Accounting Software versi 3.0 dan RENE versi 1.0.
Pengembangan berlanjut pada saat lauching Accurate versi 4.0 pada November 2010. Selama lebih dari 10 tahun, Accurate terus mengalami perkembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha di Indonesia.
Dan dalam pengembangannya, Accurate
selalu berpedoman pada Standar Akuntasi Keuangan dan Peraturan
Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Oleh karena itu, Accurate selalu direkomendasikan dan dipercaya oleh para pengusaha di Indonesia.

Software accurate yang sudah dipakar oleh lebih dari 40.000 perusahaan dengan kondisi bisnis yang berbeda-beda dan sangat mudah penggunaannya serta memberikan informasi yang real time proses. Accurate juga memiliki laporan yang lengkap dengan kombinasi lebih dari 250 laporan baik dalam bentuk grafik maupun persentasi untuk analisa. Tersedianya laporan keuangan (Balance Sheet, Income Statement, Cash Flow) yang
bisa dibuat dengan perbandingan Tahun, Bulan, Laporan Penjualan, Laporan Piutang & Umur Piutang, Laporan Hutang & Umur Hutang, Laporan Pembelian, Laporan Persediaan Barang, Kartu Stock, Laporan Pajak dan Laporan-laporan pendukung lainnya.
Accurate merupakan software akuntansi yang digunakan untuk membuat laporan keuangan bagi perusahaan baik dibidang jasa, perdagangan dan manufaktur. Fitur yang ditawarkan pada Accurate versi sebagai berikut (CPSSoft, 2015):
a. Modul Pembelian (Purchase Module)
Modul Pembelian (Purchase Module) adalah modul yang mengoperasikan proses pembelian, mencatat pembelian dan mengolah transaksi pembelian yang ada di perusahaan. Modul ini terdiri dari Formulir Permintaan Pembelian (Purchase Requisition Form), Formulir Pesanan Pembelian (Purchase Order Form), Formulir Penerimaan Barang (Received Item Form), Formulir Faktur Pembelian (Purchase Invoice Form), Formulir Retur Pembelian (Purchase Return Form), dan Formulir Pembayaran Pembelian (Purchase Payment Form).
b. Modul Penjualan (Sales Module)
Modul Penjualan (Sales Module) adalah modul yang mengoperasikan proses penjualan, mencatat penjualan dan mengolah transaksi penjualan yang ada di perusahaan. Modul ini terdiri dari Formulir Penawaran Penjualan (Sales Quatation Form), Formulir Pesanan Penjualan (Sales Order Form), Formulir Pengiriman Pesanan (Delivery Order Form), Formulir Faktur Penjualan (Sales Invoice Form), Formulir Retur Penjualan (Sales Return Form), Formulir Penerimaan Penjualan (Sales Receipt Form).
Prosedur Proses Penjualan
Berikut iniakan dijelaskan bagaimana tahap-tahap proses dimulainya suatu kegiatan
transaksi yang berkaitan dengan penjualan.
1. Untuk langkah awal Admin akan menerima
order atau pesanan Business Partner yang disampaikan oleh Salesman maupun diterima langsung dari Business Partner melalui cara-cara berikut:
a. Untuk info order yang didapat pesanan melalui telepon. Admin sales harus mewakili Sales untuk mengisi form order yang kemudian memberikan identifikasi bahwa order didapat melalui telesales pada form order.
Semua order wajib dibuatkan order form kecuali untuk distributor yang sudah memiliki sistem order sendiri maka cukup menggunakan dokumen order
2. Tahap Selanjutnya Admin menyerahkan info order tersebut ke Accounting lalu diinput ke dalam sistem Accurate kemudian menginformasikan SO tersebut ke Finance (selanjutnya disingkat FIN). Bila ada masalah terkait dengan order maka Admin berwenang untuk mengembalikan order tersebut ke Sales untuk ditindaklanjuti. Masalah tersebut bisa saja karena calon pembeli masi memiliki limit piutang yang masih belum terbayarkan atau bisa saja karena barang yang dipesan tidak ada persediaan di gudang.
3. Selanjutnya Admin harus memonitor status pemenuhan order tersebut.
4. Untuk order yang didapat dari Business Partner kategori OEM Distributor maka FIN mengirimkan SO kepada PPC untuk dibuatkan perencanaan produksinya. Selanjutnya PPC akan memprosesnya sesuai dengan prosedur PPC.
5. Untuk order yang didapat dari Business Partner retail, FIN memeriksa kesesuaian SO lalu memeriksa stok. Bilamana stok tidak tersedia atau berpotensi delay maka FIN menolak SO tersebut kemudian menginformasikan kembali ke BA. Bila ada ketidaksesuaian maka FIN berhak untuk menolaknya dan mengembalikan ke BA, dengan catatan FIN harus memberi keputusan diterima atau ditolaknya SO dalam hari yang sama dihitung dari semenjak FIN menerima SO dari BA.
6. BA meneruskan penolakan tersebut ke Business Executive untuk ditindaklanjuti ke Business Partner.
7. Bila produk tersedia FIN melaksanakan Pre-Delivery Confirmation kepada Business Partner.
8. Bila produk siap delivery maka FIN menyiapkan DO kemudian menyerahkan ke Team Delivery untuk dijadikan dasar pengiriman. Selanjutnya FIN harus memonitor status pemenuhan order tersebut.
9. Team delivery lalu mengambil produk dari Warehouse Finished Goods (selanjutnya disingkat WH) sesuai dengan DO dan selanjutnya memproses sesuai dengan prosedur Delivery.
10. FIN menerima DO dari team WH yang sudah dibubuhi tanda terima oleh Business Partner, dengan catatan khusus untuk pengiriman yang menggunakan jasa 3'd party transporter, maka FIN menerima DO yang sudah dibubuhi tanda terima Business Partner dari 3'd party transporter. Selanjutnya FIN memproses sesuai dengan prosedur Account Receivable (disingkat AR).
11. FIN harus melaporkan pengiriman sukses kepada Admin sesuai dengan waktu yang disepakati.
12. Admin membuat laporan pemenuhan order untuk disajikan ke Manajemen berdasarkan data yang didapat dari FlN.
Selain itu juga ada beberapa ketentuan-ketentuan yang harus di perhatikan berkaitan dengan proses penjualan :
1. Saat barang siap Team Warehouse harus memberi informasi ke Admin dan FlN.
2. FIN hanya diperkenankan mencetak DO bila produk sudah siap dikirim dan telah mendapatkan konfirmasi tujuan dari Admin
3. Untuk PO yang dipenuhi secara parsial, maka FIN mencetak Sales lnvoice secara berkala dengan quantity akumulasi (sesuai persetujuan dengan Business Partner).
4. Bila ada rencana penghentian suplai (order discontinue) dari Business Partner, maka BA harus berkoordinasi dengan pihak Plant dan Business Partner untuk mencegah timbulnya Dead Stock yang diakibatkan oleh kelebihan produksi.
5. Bila permintaan Business Partner adalah berupa permintaan sample produk yang sedang berjalan, maka BA harus mengisi formulir konfirmasi barang promosi.


c. Modul Persediaan (Inventory Module)
Modul Persediaan (Inventory Module) adalah modul yang mengatur persediaan bahan baku dan dapat memberikan informasi keluar masuknya stok barang dalam perusahaan. Modul ini terdiri dari Daftar Barang dan Jasa (List Of Item), Formulir Penyesuaian Persediaan (Inventory Adjustment Form), Formulir Pembiayaan Pesanan (Job Costing Form), Daftar Gudang (List Of Warehouse), Formulir Grup Barang (Item Grouping Form), Formulir Penyesuaian Harga Jual Barang (Set Selling Price Adjustment Form), dan Formulir Pindah Barang (Item Transfer Form).
d. Modul Laporan Keuangan
Yang terdiri atas, laporan Buku Besar, laporan cash flow dan laba rugi

Berikut diuraikan kelebihan dan kelemahan Accurate Accounting diantaranya adalah sebagai berikut:
Ø  Kelebihan menggunakan program Accurate:
· Client Server Technology
· Multi User dengan tiga tingkat kewenangan yaitu Create, Edit dan Report
· Multi Currency dengan menghitung otomatis realize & unrealized gain / loss
· Multi Unit dengan tiga tingkat perhitungan unit setiap barang
· Multi Warehouse (BanyakGudang)
· Multi Discount (Discount Item, Discount Invoice, dan Discount Payments)
· Project & Department (versi Deluxe Edition dan Enterprise Edition)
· Real Time Processing dengan Back ward & Forward Transaction
· Fungsi pilihan tampilan menu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
· Perubahan Desain template setiap voucher dan invoice
· Report yang dapat di customize (designer) sendiri oleh user jika memahami proses report dengan Fast Report.
· Digit transaksi sampai dengan 15 digit dan dua decimal 920 trilliun (920.000.000.000.000,00).
· Keakuratan perhitungan kuantitas barang sampai dengan 4 desimal.
· Fasilititas Grouping di dalam item yaitu mengelompokkan beberapa barang dalam satu kelompok barang baru dengan tanpa proses penggabungan.
· Fitur Extract Import yang memungkinkan Anda mengekstrak transaksi penjualan dari perusahaan cabang untuk dikirimkan keperusahaan pusat.
Ø  Kelemahan menggunakan program Accurate Accounting  
· Single login. Hanya bisa login menggunakan user supervisor.
· Membuka data base dari local PC, tidak bisa membuka data base dari lokasi remote.
· OEM license, tidak bisa dimigrasikan atau dipindah ke komputer lain.
· Tidak untuk pemakaian multi pleuser, tidak diperbolehkan menambah license.
· Tidak mendapat diskon untuk major up grade atau trade – in.

· Drive Sharing
Sesuai namanya sharing yang berarti berbagi, sharing drive adalah suatu drive tertentu pada suatu komputer yang sengaja di buat untuk dapat diakses bersama (sharing=berbagi) didalam jaringan local area network.
Kelebihan dari Drive Sharing yaitu :
· Memudahkan didalam pengelolaan/management folder/drive pada jaringan.
· Dengan fasilitas ini kita tidak perlu mencopy suatu file/folder dari satu komputer kedalam media penyimpanan (flashdisk, disket, cd, dll) untuk selanjutnya kita buka pada komputer lainnya,
· Lebih mudahnya mengakses informasi yang diperlukan dalam file sharing
Kelemahan:
· Kehilangan folder dan file-file pada file sharing karena bisa saja seseorang dengan tidak sengaja menghapusnya
· Karena tidak adanya Batasan yang dimiliki dalam drive sharing ini maka file-file tertentu yang bersifat rahasia bisa saja terakses jika di letakan di drive ini
· Dapat dimanfaatkan oleh virus serta kroni-kroninya yang dapat membuat sarang/bercokol pada folder/drive yang disharring dan biasanya ber-asal dari komputer didalam jaringan yang tingkat securitynya rendah

F. Kesimpulan

1. Sistem informasi yang diimplementasikan oleh Bogasari mendukung OSS dan MSS. OSS yang diterapkan lebih kearah TPS (Transaction processing system) selain itu juga berfungsi sebagai MSS dimana informasi yang dihasilkan akan berperan dalam MIS (Management information system) dimana laporan yang dihasilkan akan digunakan oleh manajemen
2. Dari hasil yang kita ulas, maka terlihatlah bahwa dengan adanya sistem informasi managemen dapat memudahkan kita dalam hal jika Laporan keuangan yang dilakukan manual tidak tersedia secara tepat waktu, karena perlu waktu yang cukup lama dalam penyusunannya; jika terjadi kesalahan akibat tidak telitinya perhitungan maka penyusunan laporan harus diulang; Banyak data transaksi yang tidak tersusun secara rapi, sehingga cukup susah mencari nya kembaliadanya kemungkinan print out slip nota penjualan / Faktur penjualan hilang untuk Membantu dari permasalahan diatas, suatu perusahaan harus mempunyai suatu tools untuk membantu kemudahan pencatatan Akuntansi adalah sistem pembukuan yang berbasis software akuntansi dan salah satu Software yang dapat menjawab kendala diatas adalah Accurate
3. Sistem penjualan kredit dengan menggunakan peralatan komputer, transaksi dan prosedur akuntansi yang rumit dapat diprogram menjadi lebih mudah. Hanya dengan menginput tanggal, kode akun dan jumlah transaksi dapat secara otomatis menghasilkan jurnal, posting buku besar, laporan biaya produksi dan laporan keuangan
4. Penerapan Program Accurate Accounting sangat membantu manajemen, karena yang dihasilkan oleh accurate bersifat Up to date sehingga dapat dilihat dan dicetak kapan saja sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pemilik. Selain itu, laporan yang dihasilkan lebih lengkap karena sebelumnya laporan yang dihasilkan standar saja. Dengan accurate banyak laporan penjualan yang dapat dihasilkan antara lain, laporan penjualan secara periode (harian, mingguan, bulanan dan tahunan), histori pesanan penjualan, bahkan bisa mengetahui berapa jumlah barang yang masih harus dikirim (Outstanding) kepada customer
5. Peranan Program Accurate Accounting terhadap efektifitas pencatatan laporan penjualan kredit, yaitu dapat meningkatkan efektifitas proses data penjualan serta informasi yang dihasilkan dapat diandalkan karena membantu pihak manajemen dalam pengambilan keputusan. Dikatakan efektif karena komputer mampu menyimpan data transaksi dengan jumlah yang banyak serta pengolahan data menghasilkan informasi atau laporan yang akurat dan terperinci. Dengan transaksi yang cukup banyak, tentu sudah tidak efektif lagi bahkan tidak memungkinkan jika masih dilakukan dengan cara manual.

G. Saran
Adapun saran-saran tersebut adalah sebagai berikut ;
1. Perlu adanya pengembangan system accurate agar bisa digunakan dengan akses online bukan hanya diakses dengan jaringan local
2. Dibutuhkan system keamanan yang baik dikarenakan aplikasi dijalankan secara terpusat, sehingga apabila server di pusat down maka system aplikasi tidak bisa berjalan
3. Tidak mencakup Seluruh Operasional Perusahaan. Basic dari program ACCURATE adalah accounting software bukan oprasional software. Contoh seperti pembayaran gaji perkaryawan belum bisa di ACCURATE 5, bisa di catat secara global saja. Untuk pencatatan gaji perkaryawan dan pajaknya baru bisa di ACCURATE Online. Perlu adanya tambahan fitur jadi Accurate mampu menompang seluruh kegiatan Perusahaan
4. Untuk File Sharing di drive mungkin perlu ditambah fitur password agar divisi-divisi tertentu tetap bisa mengakses nya

















DAFTAR PUSTAKA:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SIM, Adistya Desmyana, Hapzi ali, Pengembangan Sistem, 2017

Sim, adistya desmyana, hapzi ali, informasi dalam pelaksanaannya, universitas mercubuana, 2017