SIM, Adistya Desmyana, Hapzi ali, Pengembangan Sistem, 2017
Forum 7
Peran Kerangka Kerja Konseptual
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas- batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan. Yang dimaksud tujuan adalah tujuan pelaporan keuangan. Sedangkan fundamentals (kaidah-kaidah pokok) adalah konsep-konsep yang mendasarai akuntansi keuangan, yakni yang menuntun kepada pemilihan transaksi, kejadian, dan keadaan-keadaan yang harus dipertanggungjawabkan, pengakuan dan pengukurannya, cara meringkas serta mengkomunikasikannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Konsep-konsep yang bersifat pokok atau fundamental, artinya bahwa konsep-konsep lainnya mengalir dari konsep-konsep pokok tersebut yang diperlukan sebagai referensi berulang-ulang dalam menetapkan, menafsirkan, dan menetapkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan.
Kerangka konseptual dapat digambarkan dalam bentuk hierarki yang memiliki beberapa tingkatan yaitu (Belkaoui, 1993) :
1. Pada tingkatan teori tinggi : kerangka konseptual menyatakan ruang lingkup dan tujuan pelaporan keuangan
2. Pada tingkatan selanjutnya : kerangka konseptual meng-identifikasi dan menddfinisikan karakteristik kualitatif dari informasi keuangan dan elemen laporan keuangan.
3. Pada tingkatan operasional yang lebih rendah : kerangka konseptual berkaitan dengan prinsip-prinsip dan aturan-aturan (rules) tentang pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan dan tipe informasi yang perlu disajikan.
Kebutuhan akan Kerangka Kerja Konseptual
1) Kerangka kerja konseptual akan meningkatkan pemahaman dan keyakinan pemakai laporan keuangan atas pelaporan keuangan, dan akan menaikkan komparabilitas antar laporan keuangan perusahaan.
2) Masalah-masalah yang baru akan dapat dipecahkan secara cepat jika mengacu pada kerangka teori yang telah ada
Tujuan Kerangka Kerja Konseptual
IASB dan FASB mempertimbangkan kerangka tujuan utama pelaporan keuangan adalah untuk mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pengguna. informasi tersebut akan dipilih salah satu dasar kegunaannya dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.
Tujuan ini terlihat ingin dicapai akan pelaporan yaitu:
a) berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi
b) berguna dalam menilai prospek arus kas
c) tentang sumber daya perusahaan, klaim terhadap sumber daya dan perubahan di dalamnya.
KESIMPULAN
Kerangka kerja konseptual (conceptual framework) adalah suatu sistem koheren yang terdiri dari tujuan dan konsep fundamental yang saling berhubungan, yang menjadi landasan bagi penetapan standar yang konsisten dan penentuan sifat, fungsi, serta batas- batas dari akuntansi keuangan dan laporan keuangan Tujuan dari pelaporan keuangan menurut SFAC NO. 1 (Statement of Financial Accounting Concepts) : Pelaporan keuangan memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan kreditor, dan pemakai lainnya dalam mengambil keputusan investasi, kredit dan yang serupa secara rasional. Informasi tersebut harus bersifat comprehensive bagi mereka yang memiliki pemahaman yang rasional tentang kegiatan bisnis dan ekonomi dan memiliki kemauan untuk memelajari informasi dengan cara yang rasional.
Karakteristik Kualitatif dari Informasi FASB dalam SFAC NO. 2, karakteristik kualitatif dimaksudkan untuk memberikan kriteria dasar dalam memilih : · alternatif metode akuntansi dan pelaporan keuangan · persyaratan peng-ungkapan (disclosure) Kegunaan bagi pengambilan keputusan, dari dua yang terpenting, lalu sekunder dan yang lainnya : · Relevansi dan Reliability, berkaitan dengan : timeliness, predictive value dan feedback value · Comparability dan Consistency, yang merupakan kualitas sekunder · Cost – benefit dan Materiality , merupakan kriteria untuk mengakui informasi akuntansi
Quiz 7
Saran untuk perbaikan sistem informasi di perusahaan tempat saya bekerja adalah sebagai berikut:
1. Perlu adanya pengembangan system accurate agar bisa digunakan dengan akses online bukan hanya diakses dengan jaringan local
2. Dibutuhkan system keamanan yang baik dikarenakan aplikasi dijalankan secara terpusat, sehingga apabila server di pusat down maka system aplikasi tidak bisa berjalan
3. Tidak mencakup Seluruh Operasional Perusahaan. Basic dari program ACCURATE adalah accounting software bukan oprasional software. Contoh seperti pembayaran gaji perkaryawan belum bisa di ACCURATE 5, bisa di catat secara global saja. Untuk pencatatan gaji perkaryawan dan pajaknya baru bisa di ACCURATE Online. Perlu adanya tambahan fitur jadi Accurate mampu menompang seluruh kegiatan Perusahaan
4. Untuk File Sharing di drive mungkin perlu ditambah fitur password agar divisi-divisi tertentu tetap bisa mengakses nya
Daftar Pustaka:
l awaccounting.blogspot.co.id/2015/02/makalah-kerangka-kerja-konseptual.html
Komentar