SIM, Adistya Desmyana, Hapzi ali, Penggunaan Teknologi Informasi dalam e-Business, Universitas Mercubuana, 2017
Kita semua tentu tahu bahwa dalam sebuah perusahaan,
diperlukan adanya sistem informasi manajemen untuk mengatur arus kegiatan dan
informasi dalam perusahaan yang bersangkutan. Dengan sistem informasi manajemen
yang terorganisir, manajemen dapat mengambilkeputusan yang tepat bagi
perusahaan. Tanpa adanya sistem informasi yang baik, niscaya perusahaan akan
mengalami kesulitan dalam mengembangkan dan bersaing dengan para kompetitornya.
Beberapa tahun yang lalu,sistem informasi perusahaan mungkin masih dikembangkan
secara sederhana. Sistemm yangada akan diaturdan dikembangkan sendiri oleh
manajemen perusahaan. Tetapi memasuki era globalisasi dimana teknologi menjadi
salah satu komponen penting dalam kehidupan manusia, sistem informasi manajemen
pun mengalami kemajuan.
Sebelum pembahasan
mengenai penerapan SIM berbasis teknologi pada Perusahaan tempat saya bekerja,
ada baiknya saya akan menjelaskan terlebih dahulu hal – hal yang berkaitan
dengan SIM.Sistem informasi manajemen terdiri dari tiga kata.sistem, informasi
dan manajemen. Adapun arti dari sistem adalah suatu sususan yang teratur dari
kegiatan – kegiatan yang saling berkaitan dan susunan prosedur – prosedur yang
saling berhubungan, yang melaksanakan dan mempermudah kegiatan – kegiatan utama
organisasi/institusi. Sedangkan informasi sendiri memiliki arti sebagai data –
data yang telah diolah/diproses sehingga memiliki arti atau manfaat yang
berguna. Yang terakhir yaitu manajemen. Manajemen sebagai proses, adalah
kegiatan yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama –
sama atau melibatkan orang lain demi mencapai tujuan yang sama. Sedangkan arti
manajemen sebagai subyek adalah orang atau orang – orang yang melaksanakan
kegiatan tersebut. Dari semua penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa Sistem
Informasi Manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan
dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang
bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen, sebagai dasar pengambilan keputusan.
Komponen dari SIM antara lain adalah Input (aktivitas
masukan),Processing (pemrosesan), dan Output (keluaran/hasil). Input sendiri
terdiri dari berbagai hal yang berperan sebagai alat dalam memasukkan data –
data yang ada. Pemrosesan adalah tahap dalam mengartikan segala data yang
didapat guna menghasilkan informasi yang bermanfaat. Sedangkan output sendiri
adalah segala alat yang dapat menampilkan hasil dari data – data yang telah
diproses (informasi). Informasi yang telah dihasilkan tadi kemudian akan
dijadikan sebagai dasar dalam membuat keputusan yang akan diambil bagi
kelangsungan perusahaan. Dalam penerapan SIM juga terdapat beberapa hambatan
yang bisa terjadi. Diantaranya adalah :
·
Kekurangpahaman para pemakai tentang komputer.
Dalam hal ini, tidak semua orang mengerti dan menguasai
tentang penggunaan komputer. Masih banyak orang yang masih sangat awam tentang
pengoperasian komputer itu sendiri.
·
Kekurangpahaman para spesialis bidang informasi
tentang bisnis dan peran manajemen.
Beberapa tahun yang lalu,para ahli di bidang TI mungkin
belum menemukan hubungan antara teknologi dan bisnis/manajemen. Tapi tahun –
tahun belakangan ini, para ahli TI sudah memikirkan adanya manfaat yang sangat
besar jika teknologi dijadikan sebagai bagian dari bisnis dan manajemen
·
Pemikiran bahwa komputer merupakan kebutuhan yang tidak terlalu
penting.
Sekarang, sudah banyak perusahaan yang melirik SIM berbasis
TI dengan bantuan komputer untuk melancarkan kegiatan – kegiatan perusahaan.
Tapi bukan berarti semua perusahaan berpikiran seperti itu. Masih ada pula
perusahaan yang mempertahankan SIM dengan proses manual. Tetapi dapat dilihat
bahwa SIM yang didukung dengan teknologi (komputer) lebih efisien dibandingkan
yang tidak menggunakan komputer.
Sedangkan peran utama dari SIM ada tiga, yaitu :
1. Mendukung
berjalannya proses bisnis dan operasi. Ini adalah peran paling dasar dari
sebuah SIM. Dengan SIM, proses bisnis yang dilakukan oleh para karyawan akan
berjalan baik. SIM yang terorganisir akan memudahkan karyawan dalam
melaksanakan tugasnya masing – masing.
2. Membantu dalam
pengambilan keputusan bisnis. Dengan SIM yang baik, maka pengambilan keputusan
yang tepat akan lebih mudah dilakukan. Informasi yang jelas akan membantu pihak
manajemen dalam menentukan langkah yang akan diambil perusahaan.
3. Membantu dalam
menentukan strategi untuk menciptakan keunggulan dibandingkan kompetitor.
Ketika sebuah perusahaan sudah memiliki SIM yang baik, maka perusahaan dapat
memikirkan langkah – langkah baru yang inovatif agar bisa lebih maju dari para
pesaingnya dalam melayani customer.
Di dalam perusahaan saya bekerja Sistem informasi yang
digunakan adalah Accurate
Kelebihan Accurate:
1. Client
Server Technology
2. Multi User dengan tiga tingkat kewenangan
yaitu Create, Edit dan Report
3. Multi
Currency dengan menghitung otomatis realize & unrealized gain/loss
4. Multi
Unit dengan tiga tingkat perhitungan unit setiap barang
5. Multi
Warehouse (Banyak Gudang)
6. Multi
Discount (Discount Item, Discount Invoice, dan Discount Payments)
7. Project
& Department ( versi Deluxe Edition dan Enterprise Edition)
8. Real
Time Processing dengan Backward & Forward Transaction
9. Fungsi
pilihan tampilan menu dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
10. Perubahan
Desain template setiap voucher dan invoice
11. Report
yang dapat dicustomize (designer) sendiri oleh user jika memahami proses report
dengan Fast Report.
12. Digit
transaksi sampai dengan 15 digit dan dua decimal 920 trilliun
(920.000.000.000.000,00).
13. Keakuratan
perhitungan kuantitas barang sampai dengan 4 desimal.
14. Fasilititas
Grouping di dalam item yaitu mengelompokkan beberapa barang dalam satu kelompok
barang baru dengan tanpa proses penggabungan.
15. Fasilitas
Job Costing yaitu mengelompokkan barang dalam satu kelompok barang baru dengan
proses penggabungan dan dengan nilai cost yang baru.
16. Fitur
Extract Import yang memungkinkan Anda mengekstrak transaksi penjualan dari
perusahaan cabang untuk dikirimkan ke perusahaan pusat.
Sedangkan kekurangan yang saya rasakan pada Sistem Infomasi
Accurate ini, sebagai berikut:
1. Untuk
mengakses suatu data tertentu seperti mengecek stock inventory all segment atau
all counter agak memerlukan waktu yang lama. Ini memperhambat proses bekerja
2. Accurate
tidak link atara accurate satu dengan accurate di tempat lain. Contohnya accurate
data pada Gudang saya tidak bisa diakses oleh accurate pada Head Office. Perlu
secara manual untuk minta data dari orang Gudang.
3. Biaya
untuk pembelian Accurate juga cukup mahal
4. Banyak
nya variasi variasi yang belum tersedia pada accurate disbanding dengan system informasi
manajemen yang lainnya
Sistem Informasi yang banyak di implementasi pada
perusahaan manufaktur atau jasa seperti dibawah ini:
1. Transaction Processing Systems (TPS)
TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang
dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis
rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level
organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan
eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakanoleh
manajer. Sistem ini bekerja pada level operasional. Input pada level ini adalah
transaksi dan kejadian. Proses dalam sistem ini meliputi pengurutan data,
melihat data, memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan yang
detail, daftar lengkap dan ringkasan.
sistem ini tanpa batas yang memungkinkan
organisasi berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Karena manajer melihat
data-data yang dihasilkan oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit
mengenai apa yang terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat penting
bagi operasi bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi
dengan lancar dan tanpa interupsi sama sekali. Transaction processing systems
(TPS) berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan
bantuan mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing
systems). Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari
transaksi bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan
persediaan/inventori. Transaction processing systems menghasilkan berbagai
informasi produk untuk penggunaan internal maupun eksternal.
Contoh :
1.
TPS membuat pernyataan
konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir
pajak, dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan
perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh Sistem Informasi Manajemen.
2.
Dalam rekening
keuangan yang meliputi registrasi masuknya murid baru , baik itu
pembayaran-pembayaran serta cek gaji karyawan yang meliputi sistem perhitungan
gaji. Dalam inventory system yaitu Database berisi kelengkapan peralatan sarana
dan prasarana sekolah serta pemeliharaan sekolah beserta murid, guru dan
lingkungan sekolah, yang tujuannya untuk mengembangkan suatu sekolah agar lebih
maju dan sesuai dengan apa yang diharapakan.
3.
Aplikasi Bantuan
Keuangan Desa (BKD Pemprov Jawa Timur)Aplikasi bantuan keuangan desa
adalah aplikasi manajemen oprasional Program Bantuan Keuangan seluruh Desa di
propinsi Jawa timur.Aplikasi ini menangani semua proses Mekanisme
Bantuan Keuangan Seluruh desa di Jawa Timur, mulai dari proses Usulan Bantuan,
Penetapan Anggaran, Perubahan Anggaran Bantuan, Pencairan Bantuan, beserta
seluruh proses Pelaporan di dalamnya.
2. Office Automation Systems (OAS)
Office automation system (OAS) terkadang
disebut juga dengan Virtual Office (VO), konsep OAS menggabungkan penggunaan
berbagai peralatan IT (Information Technology mencakup hardware dan
software) dalam berkomunikasi baik dengan satu orang/unit maupun banyak
orang/unit untuk mengurangi penggunaan kertas (paperless) dengan tujuan
terjadinya peningkatan kecepatan, ketepatan, keamanan kerja di kantor dan
meningkatkan produktivitas kerja. Secara sederhana konsep OAS menyambungkan
beberapa peralatan IT via sebuah server. Server sebagai pusat pengendali untuk
setiap workstation dan peralatan lainnya. Para pemakai (user) dapat saling
berhubungan dengan pemakainya lainnya melalui server tadi. Semua informasi dan
dokumen disimpan didalam server dan untuk memudahkan digunakan berbagai
software yang dapat mengatur masing-masing pengguna workstation. Melalui
penggunaan jaringan LAN (Local Area Network) dan Intranet serta Internet
seorang user/pemakai akan dapat berkomunikasi dengan pemakai lainnya tanpa
ditentukan/dibatasi oleh jarak dan waktu.
Contoh :
1.
Desktop Publishing
2.
Electronic Calender
3.
Email
4.
Electronic Spreadsheet
3. Knowledge Work System
Knowledge work systems (KWS) adalah sistem
informasi yang membuat dan mengintegrasikan pengetahuan baru ke organisasi.
Knowledge Work System mendukung para pekerja professional seperti ilmuwan,
insinyur, dan doktor dengan membantu mereka menciptakan pengetahuan baru dan
memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
4.
Informatic Management System
SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum
tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis
keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan
untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi
informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
Contoh :
A. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN LELANG/
TENDER
E-Procurement (
E-PROC)
Keunggulan
e-Procurement
·
Tidak
adanya batas ruang dan waktu karena menggunakan teknologi berbasis internet.
·
Proses pengadaan barang dapat diikuti oleh pemasok secara
terbuka.
·
Proses dalam setiap tahapan pengadaan akan dengan mudah diikuti
/ diawasi oleh seluruh stakeholder.
·
Proses akan berlangsung secara :
a. Efisien,
b. Efektif,
c. Terbuka dan
bersaing,
d. Transparan,
e. Adil/ tidak
diskriminatif,
f. Akuntabel.
·
Akan lebih mendorong terjadinya persaingan antar pemasok yang lebih
sehat.
·
Mencegah tindakan kolusi, korupsi dan nepotisme ( KKN) dalam
pelaksanaan pengadaan barang/ jasa.
Manfaat e-Procurement
1. Mendapatkan
Harga Pembelian Barang yang terkontrol.
2. Mempercepat
Waktu Proses Pengadaan.
3. Proses
pengadaan akan lebih transparan.
4. Mereduksi
biaya pengadaan barang/ jasa.
5. Menghemat
sampai dengan 50% anggaran.
6. Memperlancar
Komunikasi Buyer – Supplier.
7. Pelayanan
yang baik kepada Supplier.
B. Sistem
Informasi Menejemen Pelayanan Terpadu Satu Pintu (SIM PTSP)
5.
SIM PTSP adalah sebuah aplikasi untuk memenejemen perizinan yang
ada di Kabupaten Bau bau, Buton, Sulawesi Tenggara. SIM PTSP merupakan
aplikasi yang mengelola penyelenggaraan perizinan yang prosesnya dimulai dari
tahap permohonan sampai ke tahap terbitnya dokumen yang dilakukan dalam satu
tempat. Aplikasi seperti ini dapat memberikan kepuasan kepada para pihak yang
mengajukan izin dikarenakan dengan pelayanan yang diberikan oleh SIM PTSP
menjadikan proses pembuatan izin menjadi lebih cepat, murah, mudah, transparan,
pasti dan terjangkau.
Daftar Pustaka
https://getcharintegerina.wordpress.com/2012/04/19/jenis-jenis-sistem-informasi-dan-contoh-aplikasinya/
Komentar